Daerah Ekonomi Infrastruktur 

Respons Menhub Soal Ratu Prabu Siapkan Rp 405 T untuk Bangun LRT

Berita ekonomi indonesia – PT Ratu Prabu Energi sesumbar ingin ikut membangun Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek. Tak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan perusahaan pun cukup besar, yakni Rp 405 triliun.
Menanggapi rencana tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sebenarnya PT Ratu Prabu Energi sudah menyampaikan keinginannya sejak setahun lalu. Dia pun menyambut baik rencana itu.
“Kami menyambut baik jika ada swasta yang ingin membangun di Indonesia karena APBN tidak cukup untuk membiayai semua pembangunan, khususnya kereta,” kata Budi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara, Minggu (7/1).
Budi menekankan meski sejauh ini Ratu Prabu sudah melakukan studi terkait rencananya tersebut, pihaknya harus memastikan proses dilakukan secara teliti agar ke depannya tidak menimbulkan persoalan.
Budi tidak ingin nantinya pembangunan LRT ini dilakukan secara eksplosif sehingga mengusulkan beberapa jalur potensial dan ekonomis.
“Saya mengusulkan ada beberapa jalur yang potensial, terutama yang menuju ke Bandara Soetta baik dari Halim menuju Soetta ataupun ke daerah selatan MRT. Nanti diteruskan ke BSD, lalu ke Alam Sutera, sampai ke Bandara. Mulai dari situ, jalurnya sangat ekonomis,” paparnya.
Untuk bisa mengerjakan itu dengan baik, Budi mengatakan Ratu Prabu mesti menggandeng operator. “Wajib gandeng operator,” katanya lagi.
Terkait dana yang disiapkan Ratu Prabu Rp 405 triliun, Budi enggan berkomentar. Menurut dia, angka sebesar itu sangat bombastis karena tiga kali lipat dari dana yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 29 triliun.
“Saya tidak mau komentar, soal besarannya ya karena (angkanya) bombastis ya. Bayangkan kita LRT Jabodebek itu kan Rp 29 triliun, kalau Rp 405 triliun itu 13 kali lipatnya,” katanya.
Selain Ratu Prabu, Budi menegaskan saat ini ada beberapa investor asing yang ingin mengembangkan infrastuktur di Indonesia, terutama akses menuju Bandara Soetta. Dia pun mempersilakan mereka untuk mengikuti semacam beauty contest dalam mengajukan proposal.
“Yang paling ekonomis, visibel, dan memiliki daya beli lebih high daripada yang lain (yang akan terpilih),” katanya.

943 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment