Politik 

Ketua DPC PPP: Pemimpin Itu Harus Laki-Laki

Cibinong, Detak Jabar – Ada kejutan menarik dalam deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Jaro dan Inggrid Kansil, di mana Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Endang Kosasih hadir dalam acara itu.

Padahal dalam Pilkada Kabupaten Bogor ini, PPP resmi mengusung Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawarah Yasin yang berpasangan dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan. Memang antara Kosasih dan Ade Munawaroh beda kubu. Endang Kosasih kubu Djan Farid, sedangkan Ade Yasin kubu Muhammad Romahurmuziy.

Usai sambutan, Endang Kosasih menegaskan bahwa pemimpin itu harus laki-laki.  “Ini sikap partai kami yang sangat jelas. Sebagai umat Islam, pemimpin harus laki-laki,” tegasnya kepada Detak Jabar, saat menuju ke kantor KPUD Bogor, Rabu (10/01).

Endang Kosasih yang juga mantan Anggota Fraksi PPP DPR RI 1997-1999 ini lalu menyindir pasangan Ade Munawaroh Yasin-Iwan Setiawan sambil mengutip surat An-Nisa ayat 34 tentang kepemimpinan.

Arrijalu qawwamuna alan nisaa yang artinya laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Calon Bupati dan Wakil Bupati yang kita usung ini adalah pasangan ideal. Laki-lakinya di depan, wanitanya makmum di belakang,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, seluruh jajaran pengurus di tingkat DPC, DPW dan DPP kubu Djan Faridz memastikan untuk mendukung pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018-2023.

“Satu lagi syarat untuk Kang Jaro Ade dan Inggrid Kansil, ketika rakyat menentukan atau memilih untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati, jangan korupsi, jangan korupsi, jangan korupsi,” papar Endang.

Endang menegaskan bahwa keputusan mendukung Jaro Ade telah melalui proses yang panjang. “Dari istikharoh dan survie yang panjang, kemi memutuskan mendukung Jaro Ade menjadi Bupati Bogor 2018-2023,” katanya kepada Detak Jabar, Rabu (10/01/3018).

Kabupaten Bogor kata Endang perlu melakukan perubahan yang signifikan. Oleh karena itu dibutuhan pemimpin yang betul-betul mengerti rakyat, di mana menurutnya,  Jaro Ade bisa menempatkan diri sebagai pemimpin, bukan penguasa. “Hal ini bisa dilihat dari keseharian Jaro Ade adalah pribadi yang merakyat. Tidak ada jarak antara rakyat dengan pemimpin,” katanya.

Pasangan Jaro-Inggrid memiliki pendukung yang cukup besar di DPRD Kabupaten Bogor karena didukung lima partai besar (Golkar, Demokrat, PKS, Nasdem dan PAN). Di samping itu pasangan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah parpol non parlemen seperti PKPI dan Partai Berkarya.

Sebelum deklarasi Jaro Ade beserta rombongan dan sejumlah ketua partai pendukung lainnya terlebih dahulu ziarah dan berdoa di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Jaro Ade yang bertindak sebagai inspektur dalam upacara penghormatan tersebut dihadapan pendukungnya saat deklarasi juga mengimbau agar seluruh partai koalisi, relawan, dan ormas mengenang dan menghormati jasa para pahlawan sebelum berjuang.

“Ini adalah langkah awal kita, maka dari itu tadi kita sempatkan berziarah ke TMP Pondok Rajeg. Sebelum berjuang kita harus menghormati jasa-jasa pahlawan. Artinya kita tak boleh melupakan apa yang sudah dilakukan para pahlawan di Bogor maupun di Indonesia, termasuk pemimpin Kabupaten Bogor tterdahulu. Maka dari itu saya siap melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan kepala daerah sebelumnya,” kata Jaro Ade.

Sementara itu, Inggrid Kansil yang juga didampingi suaminya Syariffudin Hasan (Ketua Harian Partai Demokrat) dihadapan ribuan pendukungnya mengatakan sepaham dengan visi dan misi Jaro Ade dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Seperti apa yang disampaikan Pak Jaro Ade tadi, memang betul di Kabupaten Bogor itu harus ada perubahan. Saya tinggal di Bogor sejak 1997 di kawasan Sentul City, jadi insya Allah saya tahu apa yang harus dilakukan di Kabupaten Bogor dalam segala sektor,” katanya. (SWS)

501 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment