Politik 

Mengapa Arif Abdi Batal Dampingi Jaro Ade?

CIBINONG, Detak Jabar – Hanya selang satu hari menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Bogor, Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor, Arif Abdi tiba-tiba menghilang dari pencalonan. Padahal, sejak sembilan bulan yang lalu, politisi berkepala plontos ini gencar diberitakan bakal mendampingi Ade Ruhandi sebagai calon wakil bupati. Bahkan, sejak dia mendapatkan restu dari DPP PAN, Arif gencar mengenalkan dirinya ke masyarakat. Targetnya, ia harus menang di Pilbup Bogor 2018 bersama teman koalisinya dari Partai Golkar. Tidak hanya itu, Arif kemudian menjadikan rekomendasi tersebut sebagai modal untuk melakukan penjajakan dengan partai politik  lain. Namun, semua usaha itu sirna, mana kala Jaro Ade menggandeng Inggrid Kansil dari Partai Demokrat.

Ada apa sebetulnya yang terjadi di balik keputusan yang mendadak itu? Berikut wawancara Detak Jabar dengan Maryono, politisi partai PAN Kabupaten Bogor di sela-sela acara deklarasi paslon Jaro Ade-Inggrid Kansil, Rabu (10/01/2018). Petikannya:

Bagaimana komentar Anda melihat perubahan politik yang sangat mengagetkan?

Proses politik memang dinamis. Sebagai kader partai saya juga terkejut, sebab sejak sembilan bulan yang lalu, Arif Abdi digadang-gadang untuk mendampingi Jaro Ade. Tetapi di detik-detik akhir terjadi dinamika politik yang luar biasa dahsyat, sehingga kader PAN tidak bisa mendapingi Jaro Ade.

Apakah ada perdebatan saat Arif Abdi mau digusur?

Perdebatan sangat panjang dan alot ketika terjadi perubahan itu. Bahkan 40 DPC PAN tidak bisa menerima kenyataan ini. Kecewa dan sedih. Mereka kehilangan harapan. Tetapi setelah melalui perdebatan dan diskusi panjang, akhirnya meleleh juga mereka.

Apa yang membuat para kader melunak?

Yang membuat para kader PAN melunak adalah adanya SK dari DPP PAN yang merekomendasikan dan merestui Jaro Ade – Inggrid Kansil sebagai pasangan cabub cawabup Kabupaten Bogor 2018-2023. SK itulah yang bisa meredam emosi kader-kader PAN.

Tapi tetap kecewa kan. Apa bentuk kekecewaan itu?

Ya para kader sudah tidak lagi bergairah menghadapi Pilkada Bupati Bogor 2018, setelah tahu persis bahwa kader PAN batal menjadi waki Jaro Ade.

Apakah surat DPP PAN ampuh sekali untuk mengobati kekecewaan kader PAN?

Terobati secara total sih tidak. Tetapi minimal gejolak itu sudah bisa diredam. Dan secara aklamasi tadi malam, PAN sepakat mendukung pasangan Jaro Ade-Inggrid secara penuh. Jaro Ade dalam rapat para ketua DPC PAN, beliau hadir, memberikan pemahaman dan kronologi yang sangat jelas, mengapa di detik-detik akhir yang justru maju sebagai wakilnya adalah Inggrid Kansil.

Apa sih keunggulan Inggrid Kansil dibanding Arif Abdi?

Sebetulnya ukuran popularitas dan elektabilitas partai atau politisi itu adalah survei. Survei Arif Abdi, terakhir itu tertinggi untuk mendampingi Jaro ade, yakni 15 persen. Itu surveinya LSI dan Eep Syaifullah Fatah lho, sangat kredibel. Bukan survei abal-abal.

Jadi, apa problem PAN di Bogor?

Problemnya, ranah Pilkada itu ranah pusat. Kalau SK cukup diterbirkan oleh provinsi dan kabupaten, saya rasa Arif Abdi masuk. Tetapi berhubung ini ranahnya pusat, maka kami di daerah tidak bisa menolak. Kita wajib patuh kepada keputusan partai.

Apa yang membuat partai pendukung tunduk pada Inggrid Kansil?

Sebetulnya bukan kepada Inggrid Kansilnya, tetapi tetap kepada figur Jaro Ade. Jaro Ade lah yang menjadi magnet bagi partai partai pendukung. Ini kekuatan yang luar biasa. Jadi magnetnya di Jaro Ade, bukan di Inggrid.

Apakah Golkar menjanjikan sesuatu untuk mengobati kekecewaan PAN?

Janji khusus sih tidak ada, tetapi Jaro Ade bertekad menjaga komitmen secara bersama-sama ingin memajukan PAN.

Sejauhmana optimisme koalisi ini dalam memenangkan Pilkada Bogor?

Dilihat dari kalkulasi politik secara riil, koalisi ini sangat menjanjikan kemenangan. Kita punya 24 kursi dalam koalisi ini. Ini koalisi dengan anggota paling banyak di Kabupaten Bogor. Yang lainnya cuma 10 kursi dan paling besar 17 kursi.

Yakin menang?

Di atas kertas iya, hitungan partai koalisi juga pasti menang, tetapi kita tidak boleh takabur, rakyat lah yang punya mandat. Oleh karena itu kita wajib berbuat baik terhadap rakyat. Kita juga memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa kalau Bogor pingin maju ya, pilihlah Jaro Ade-Inggrid.

Bagaimana dengan keberadaan Partai Nasdem dalam koalisi ini, di mana di Bogor kurang populer?

Itu juga sudah menjadi pertimbangan kita.  Mudah-mudahan dengan Nasdem menjadi keluarga besar koalisi ini, ke depan akan lebih baik dalam banyak hal.  (SWS)

336 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment