Politik 

Sebagian Besar Pedagang Pasar Citayam Pilih Jaro-Ingrid

Citayam, Detak Jabar – Sejak deklarasi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bogor 2018-2023, masyarakat sudah mulai mengenal calon-calon yang bakal bertarung dalam Pilkada serentak Juni 2018. Pasangan yang paling dikenal adalah Jaro Ade –Ingrid Kansil. Detak Jabar melakukan survei kecil-kecilan terhadap para pedagang di Pasar Citayam, yang berlokasi di Kelurahan Pabuaran, Bojonggede, Bogor, pagi ini Sabtu (20/01/2018).

Survei dilakukan secara acak terhadap pedagang yang berjualan di pasar rakyat yang berada di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kodya Depok itu.  Sembilan dari sepuluh yang disurvei reporter Detak Jabar menyatakan akan memilih pasangan Jaro Ade – Ingrid pada Juni mendatang. Satu pedagang menyatakan belum punya pilihan.

Masno, pedagang tahu kuning secara tegas akan memilih Jaro Ade – Ingrid. Menurutnya pemimpin harus punya ketegasan dan kedekatan kepada rakyat. “Dari berita yang saya amati di koran, Jaro Ade kelihatannya dekat dengan rakyat, seperti inilah seharusnya pemimpin,” katanya.

Misriyah, pedagang sayuran yang kiosnya berhadapan dengan Masno menyatakan bahwa dari keyakinannya, Jaro Ade yang bakal menang. “Dari gambar-gambar yang ada di pinggir jalan, kayaknya Jaro Ade yang menang,” katanya.

Solikhun, pedagang beras secara terang-terangan akan pilih pasangan jaro-Ingrid. “Saya akan pilih Jaro Ade – Ingrid, karena dari semua pasangan, inilah yang menurut saya lebih pas,” tegasnya. Solikhun mengaku tidak punya ukuran menilai pasangan calon, tetapi dari poster dan pemberitaan media sosial, calon bupati Jaro Ade memberikan harapan yang masuk akal. “Program yang digulirkan Sahaja di poster-poster, saya rasa bagus dan mudah-mudahan bisa terealisasi,” kata sarjana pertanian ini.

Demikian juga Wati, Titin, Euis, Irpan, dan Nunung menyatakan pilihannya terhadap pasangan Jaro Ingrid. Rata-rata mereka bakal memilih Jaro Ade karena saat ini calon inilah yang sudah populer dan merupakan calon laki-laki. Mereka kecewa dengan kepemimpinan perempuan yang saat ini tengah berkuasa. “Lihat saja kamacetan di Citayam, siapa yang peduli, belum lagi jalan rusak, dan kriminalitas, nyaris tak ada sentuhan dari bupati. Mudah-mudahan dengan Pak Jaro Ade jadi bupati, semua bisa diselesaikan dengan segera,” kata Irpan, pedagang aneka plastik.

Sementara Kokom Komariyah, pedagang kue cucur menyatakan belum punya pilihan. Emak 5 anak ini mengaku tidak mengikuti perkembangan politik. Ia juga tidak peduli siapa yang bakal jadi pemimpin Kabupaten Bogor.  “Gua kagak tahu yang gitu-gituan ah, yang penting dagangan gua laku.” kata Kokom sambil melayani para pembeli.

Pasar Citayam adalah pasar yang berada di dua wilayah, yakni wilayah Depok dan Bogor. Posisinya berdekatan dengan Stasiun Citayam, membuat daerah ini maju pesat dari sisi pertambahan penduduk. Hanya saja kemajuan ini tidak dibarengi pembangunan infrastruktur yang memadai. Akibatnya kemacetan dan kesemrawutan menjadi menu santapan setiap hari. (SWS)

234 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment