Kesehatan 

Warga Mengharapkan Pemimpin Seperti dr. Toto

Kuningan, Detak Jabar – Rasa bahagia tampak dari raut muka Pipih, satu dari ratusan orang yang sedang menunggu antrian untuk mendapatkan pengobatan gratis dari Rumah Sakit Umum Kuningan Medical Center yang diadakan di desa Kramatmulya Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ibu rumah tangga itu baru kali ini mendapatkan hadiah berobat gratis dari Rumah Sakit milik Dokter Toto Taufikurohman Kosim.

Kegiatan yang diadakan di kediaman ibu Evi, salah satu tokoh desa di Kramatmulya itu dipadati oleh pasien yang ingin mendapatkan pengobatan gratis. Banyak yang antusias terhadap kegiatan ini, sebanyak 200-an warga yang telah datang untuk berobat sejak pagi. Nurul, seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantri kegiatan pengobatan gratis mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus bagi masyarakat luas. Di samping itu juga bisa membantu warga desa yang memiliki keluhan kesehatan dan keterbatasan dana.

Agus Sucipto, Kepala Kesekretariatan RSU Kuningan Medical Center menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab sosial perusahaan RSU KMC kepada warga Kuningan.

Masni, seorang ibu muda,  warga Kramatmulya mengatakan bahwa ini adalah kegiatan pertama kalinya di desanya. Sejauh ini kata Masni, belum ada kegiatan kesehatan di sini dari mana pun asalnya. “Inilah sosok pemimpin yang kami harapkan,” kata Masni penuh kebahagiaan.

Dalam acara pengobatan gratis ini, Agus Sucipto juga memperkenalkan kebijakan pengobatan untuk TNI/Polri secara gratis, Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapat potongan 50 persen, dan untuk pedagang, wiraswasta/umum mendapatkan potongan 20 persen dalam bentuk kartu SDT.

“Syaratnya mudah, hanya melampirkan KTP dan KK untuk pengobatan ke RSU Kuningan Medical Center,” katanya.

Tidak hanya itu, RSU KMC juga akan memberikan insentif kepada para tenaga honorer baik guru ataupun pegawai dinas sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten). Keinginan ini dilandasi oleh keprihatinan Dokter Toto yang melihat bahwa sampai saat ini masih banyak pekerja honorer yang gajinya jauh dari UMK di Kabupaten Kuningan. Sekarang itu untuk honorer kebanyakan digaji antara Rp 150 ribu – Rp. 600 ribu per bulan. Padahal, UMK resminya Rp 1.600.000. ”Ini memprihatinkan sekali. Oleh karena itu dr Toto akan mencatat keadaan ini sebagai pekerjaan rumah untuk bisa diatasi dalam pemerintah di era selanjutnya,” ujar Agus.

Program pengobatan gratis ini akan menyasar 376 di desa dan kelurahan di wilayah Kuningan, di mana saat ini sudah mencapai 201 desa terkunjungi bantuan sosial. Dari kegiatan ini KMC mendapat banyak masukan baik kondisi masyarakat maupun jenis penyakit yang dijumpai. “Banyak sekali keluhan mengenai sakit di bagian kaki, kepala, dan perut,” papar Agus. (Mia)

1,382 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment