Infrastruktur Kesehatan 

Dokter Toto Tempuh Medan Berat ke Desa Patapan

Kuningan, Detak Jabar – Jalan menanjak dan terjal bukan penghalang bagi dr. Toto untuk menuju lokasi Dusun Pahing, Kampung Patapan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ia bersama rombongan dari RSU Kuningan Medical Center (KMC) hendak menuju desa tersebut memenuhi permintaan warga yang jarang tersentuh oleh fasilitas kesehatan dari pemerintah daerah tersebut. RSU KMC sudah 3 tahun ini melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis ke seluruh desa di Kabupaten Kuningan.

Kesempatan langka itu tidak disia-siakan oleh warga. Mereka berduyun-duyun datang ke Balai Desa untuk bisa menikmati fasilitas layanan garis kesehatan tersebut.

Kampung Patapan adalah kampung terpencil yang letaknya berada daerah paling utara di Kabupaten Kuningan. Jarak dengan Ibu Kota Kabupaten tidak terlalu jauh yakni sekitar sejauh 15 km, namun infrastruktur masih sangat kurang. Sejauh 3 kilometer terakhir, jalur berupa aspal terkelupas, lobang menganga, dan tak ada saluran air.  Beberapa bagiannya patah atau tergeser akibat pergerakan tanah lempung yang labil. Kondisi terisolir tersebut bikin warga kesulitan mendapatkan akses fasilitas kesehatan.

Mendengar kondisi yang memprihatinkan itu, Tim Relawan dari RSU KMC segera merespons permintaan masyarakat untuk mengadakan pengobatan gratis. Tercatat ada sebanyak 95 orang yang hadir.

Semua warga tampak antusias mendapat pelayanan ini. “Pengobatan gratis ini sangat bagus untuk kami, karena tidak perlu repot pergi ke Puskesmas sejauh 5 km”, jelas Sudirjo, 22 tahun kepada Detak Jabar dan Kuningan Today, Rabu (07/03/2018).

Tim Relawan RSU KMC menemukan fakta bahwa masalah kesehatan yang dihadapi Kampung Patapan antara lain seputar darah tinggi, gatal-gatal, sakit lambung, dan pusing.

Kebahagiaan dirasakan pula oleh Tarhim, Ketua RT setempat. Ia menegaskan kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang punya masalah dengan kesehatan. Ia mengaku dengan adanya kegiatan ini keluarganya sangat terbantu, sebab akses dari kampung sangat jauh ke Puskesma atau rumah sakit.

Sejak lama masyarakat di kampung yang terdiri dari 168 KK tersebut ingin diperhatikan pemerintah utamanya masalah kesehatan dan infrastruktur. “Tapi kami tidak tahu harus ke mana. Beruntung sekali Tim RSU KMC berbaik hati datang ke sini.  Semoga Pak dr. Toto terpilih menjadi bupati dan bisa membantu dan memperhatikan kampung ini,” kata Tarhim.

Sementara Juniti (30), ibu rumah tangga yang ikut berobat karena masalah kaki keseleo mengatakan terharu sekali dengan adanya program kesehatan gratis ini. Dengan adanya kegiatan ini ia menyatakan berterima kasih dan sangat bersyukur kepada Allah SWT. “Saya berterima kasih sekali kepada dr. Toto, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membantu pengobatan bagi yang membutuhkan,” katanya.

Banyak sekali teman Juniti yang mengeluh sakit perut karena asam  lambung dan juga demam. Juniti melihat sosok dr. Toto adalah sosok yang peduli terhadap masyarakat. Ia berharap dr. Toto bisa terpilih menjadi bupati. “Inilah sosok pemimpin yang sebenarnya, yang peduli umat,” katanya dalam bahasa Sunda.

Bakti sosial pengobatan gratis ini sudah berjalan 3 tahun, yang dilakukan setiap hari. Sampai hari ini sudah mencapai 202 desa dari 175 desa yang belum tersentuh. Sebagai Direktur RSU KMC, dr. Toto bertekad menyehatkan masyarakat Kuningan dengan cara door to door seperti ini. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk mereka, dan kelak, tak ada lagi masyarakat yang tak tersentuh kesehatan. “Kita akan terus berbuat baik terhadap sesama, orang lainlah yang menilainya,” kata dr. Toro. (riz,mia)

457 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment