Daerah Politik 

Guru Honorer Doakan Dr Toto Jadi Bupati

Kuningan, Detak Jabar – Beredarnya video dr. Toto yang berjanji akan membayar gaji guru honorer secara penuh mendapat perhatian positif dari mahasiswa dan para guru honorer. Dr. Toto merasa prihatin para pegawai honorer di Kuningan hanya dibayar Rp 300.000 tiap bulan dari yang seharusnya Rp 1.600.000,- Oleh karenanya ia berjanji akan membayar penuh apa yang menjadi hak para pegawai honorer. “Tidak hanya guru, pegawai lain yang masih honor akan kita bayar full,” katanya.

Sudrajat (28) seorang mahasiswa jurusan ilmu keguruan di sebuah universitas swasta di Kuningan menyambut baik program yang ditawarkan calon bupati Toto Taufikurohman Kosim. Kabar baik ini ia sampaikan kepada para teman yang saat ini masih honor.

Sudrajat mengaku belum tahu lebih banyak program yang ditawarkan dr. Toto dalam pertarungan Pilkada Kuningan. Tetapi ada satu hal yang menarik perhatian dia, yakni tentang pemenuhan gaji karyawan honorer yang dikampanyekan dr Toto.

“Dari beberapa calon bupati yang ada, saya belum melihat calon lain yang memiliki program bagus,” katanya.

Penilaian Sudrajat terhadap pasangan Sentosa cukup inovatif. “Meski baru sebatas program- program yang akan dilaksanakan oleh para calon Bupati, tetapi menurut saya pasangan Sentosa cukup kreatif,” katanya.

Untuk calon lain bagi dirinya, belum ada yang membuat dia tertarik, “Tetapi ada satu calon yang membuat saya membuka mata, karena salah satu calon tersebut lebih peduli dengan pendidikan, yakni dr. Toto,” urainya.

Menurut Sudrajat keberadaan guru honorer di Kuningan memang masih dibutuhkan karena masih minimnya guru tetap. “Menurut saya guru honorer sangat penting sekali, karena di Kuningan masih kekurangan tenaga guru. Guru tetap yang ada masih sangat terbatas,” katanya.

Dalam satu Sekolah Dasar kata Sudrajat, guru yang berstatus PNS hanya ada 5 – 6 sudah termasuk guru agama dan guru penjaskes, sedangkan guru kelas hanya ada 3 orang. Berarti ada 3 kelas yang dipegang oleh guru honorer. Belum lagi guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan administrasi perpustakaan, itu adalah pegawai honorer.

Kalau memang PNS itu bisa menghandle semua kelas, kata Sudrajat, maka wajar kalau honorer digaji seadanya. Tetapi yang terjadi, ini ini PNS tidak bisa menghandle, karena tidak mungkin guru PNS mengajar langsung dua kelas dalam waktu yang bersamaan.

“Dan sangat tidak mungkin lagi kalau guru PNS bisa standby dari pagi sampai sore karena harus mengajar kelas yang lainnya,” katanya.

Dengan kenyataan di lapangan seperti itu, sangat jelas kalau tenaga honorer masih sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yaitu mendapatkan pendidikan yang sama bagi setiap warga negara Indonesia.

“Jadi, sudah selayaknya guru honorer bisa diperhatikan sesuai apa yang mereka abdikan selama ini untuk kepentingan negara. Mudah-mudahan dengan memilih dr. Toto, semua guru honorer bisa merasakan hasil yang maksimal atas jerih payahnya yang dialami selama ini,” harapnya. (ima)

312 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment