Politik 

AHY Dikerubuti Guru Honorer Cirebon

Cirebon (Detak Jabar) –  Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY melakukan Tour De Jawa Barat, berkeliling ke 27 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Hari ini, Senin (19/3/2018) merupakan hari ke empat AHY berkeliling di Jawa Barat. Pada hari ke empat ini, AHY mampir di Kabupaten Kuningan untuk bertemu dengan sejumlah komunitas dan pengurus Partai Demokrat  di Cirebon.

Curhatan tentang status pengangkatan dari guru honorer menjadi PNS menjadi pembuka obrolan antara AHY dengan sejumlah komunitas yang hadir. Ketua Forum Tenaga Honorer Sekolah Swasta (FTHSS) Kota Cirebon Dede Permana menyampaikan keluh kesahnya di hadapan AHY.

Menurut Dede negara harus bisa memperhatikan puluhan ribu guru honorer yang saat ini masih menanti kepastian akan masa depannya. Dede yang telah mengajar selama 25 tahun hingga kini masih berjuang.  Dede berharap tidak ada dikotomi antara guru sekolah swasta dengan sekolah negeri. “Negara harus hadir untuk menyejahterakan guru, termasuk guru di sekolah swasta. Sekolah swasta juga harus diperhatikan, karena walau bagaimanapun sekolah swasta memiliki sejarah untuk perjuangan Indonesia, seperti Taman Siswa dan lainnya,” kata Dede saat berdialog dengan AHY di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon.

Dede juga menginginkan adanya anggaran intensif dari pemerintah daerah untuk para guru honorer. Utamanya, sambung Dede, untuk mendekatkan guru honorer pada kesejahteraan.

“Wali Kota dulu memang ada itikad baik untuk menganggarkan honor isentif bagi guru honorer dari anggaran daerah. Adanya UU tentang ASN membuat rencana itu terhambat. Membuat kami gamang untuk mengembangkan pendidikan, mudah-mudahan pemerintah pusat bisa mengakomodir itu,” kata Dede.

AHY mengaku sepakat dengan Dede. Ketidakpastian status yang dirasakan guru honorer, menurut AHY, harus segera direalisasikan.

“Yang disuarakan tadi merupakan suara dari hati nurani puluhan ribu guru honorer. Harus ada langkah kongkrit bagi pejuang edukasi ini. Agar, statusnya jelas dan ambigu,” kata AHY menanggapi curhatan guru honorer di Kota Cirebon.

Ketua Komando T Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu mengatakan dikotomi antara sekolah swasta dan negeri harus dihilangkan. Kendati dirinya bukan sebagai pejabat, AhY, berjanji akan berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang ada di pemerintahan untuk membantu mendorong persoalan status guru honorer.

“Saya komitmen tentang itu. Mudah-mudahan itu menjadi nilai perumusan kebijakan berikutnya. Negara harus mempercepat perpindahan status dari honorer menjadi pegawai. Agar mereka mendapatkan hak-haknya,” tutupnya.  Usai dari Cirebon, AHY bertolak ke Kuningan untuk menemui pasangan calon Bupati Kuningan, Toto Taufikurohman Kosim – Yosa Octora Santono ) SenTOSA). (avi/dtc)

138 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment