Politik 

Relawan Ahlan Sentosa Hadiah dari Habib Muhammad Bin Smith

KUNINGAN (Detak Jabar) – Para santri yang menjadi murid Habib Muhammad Bin Smith di wilayah Kabupaten Kuningan mendeklarasikan Relawan Ahlan Sentosa Senin (20/03/2018). Deklarasi ditandai dengan peresmian sekaligus pengukuhan Sekretariat Relawan Ahlan Sentosa yang dilakukan oleh dr. Toto Taufikurohman Kosim, calon Bupati Kuningan periode 2018-2023 di Jl. RE Martadinata No. 92, Ancaran, Kuningan Jawa Barat.

Ada cerita menarik mengapa para murid mendeklarasikan Relawan Ahlan Sentosa ini. Menurut Ketua Panitia H. Eeng Kaosaen didasari oleh rasa syukur yang begitu tinggi terhadap dr. Toto, khususnya Rumah Sakit KMC. Ketika itu Habib Muhammad Bin Smith, sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia sebulan yang lalu.

“Seluruh biaya perawatan digratiskan oleh pihak KMC. Ini kebaikan yang tak terkira. Oleh karena itu masyarakat di sekitar desa Ancaran merasa terpanggil membalas budi dr Toto dengan memberikan dukungan terhadap pencalonan dr Toto menjadi bupati. Insya Allah dengan doa kami, dr. Jadi bupati,” katanya sambil menahan haru.

Eeng menceritakan Habib Muhammad Bin Smith adalah ulama kharsmatik yang juga sesepuh ulama yang dihormati di Kuningan. “Beliau meninggal dunia dalam usia 97 tahun, sekitar sebulan yg lalu. Beliau asli Pekalongan, tapi tinggal di Ancaran. Sudah 45 tahun berdakwah di Kuningan. Semua orang Kuningan kenal,” kenangnya.

Hadir dalam acara tersebut para relawan, tokoh masyarakat, sesepuh, alim ulama, dan para habib. Relawan Ahlan Sentosa didirikan atas dasar kesadaran masyarakat Kuningan akan ideologi sebuah bangsa. Sebuah negara bisa kokoh jika berdiri di atas empat hal penting yakni, ilmu dari para alim ulama, pemimpin yang adil,  menyantuni fakir miskin, dan perbanyak shodaqoh jariyah.

Meski demikian anggota relawan ini tak hanya berisi kaum santri tetapi juga generasi muda, para profesional, lembaga swadaya masyarakat, kyai, habib dan ulama.

Dalam sambutannya dr. Toto mengingatkan bahwa saat ini telah terjadi kesenjangan-kesenjangan dalam banyak hal, mulai dari sosial, ekonomi, pembangunan, keagamaan, dan juga budaya. “Tugas kita membenahi kesenjangan itu. Oleh karena itu, ubahlah Kuningan pada 27 Juni 2018. Perubahan ada di tangan kita,” tegasnya.

Daerah Ancaran, lanjut Toto, terkenal dengan Islam yang sangat kuat, didukung oleh alim ulama dan habib. “Saat ini ada 6 orang terpilih di Kuningan. Pilihlah pasangan yang paling mampu membangun Kuningan, yang paling peduli, yang paling nyata berbuat kebaikan untuk Kuningan,” katanya disambut pekik Allahu Akbar dari para relawan.

Visi Relawan Ahlan Sentosa ini adalah mendukung di garda terdepan untuk memenangkan pasangan Sentosa dalam kancah pilbub 2018. Tujuan jangka panjangnya adalah mewujudkan Kuningan agamis, berakhlak, berkarakter, dan berdaya saing. Sedangkan misinya adalah membangun masyarakat yang religius, memeratakan kesehatan, dan mewujudkan keadilan sosial kemasyarakatan sebagai wujud penjabaran amar makruf nahi mungkar.

Toto  menegaskan bahwa markas ini nantinya akan menjadi tempat kita semua. Sebelum menjelaskan lebih jauh dr. Toto tidak lupa memperkenalkan diri sebagai urang kampung dan dari masyarakat bawah. “Abdi urang Kuningan asli, tepatnya di Kapandayan, Ciawigebang,” katanya dengan penuh kesopanan.

Dari sinilah, kata Toto, mudah-mudahan tempat menjadi jalan keluar bagi Kuningan. Relawan Ahlan Sentosa ini kelak akan mengakomodasi kesulitan-kesulitan orang. “Jika ada orang kesasar, bisa nginep di sini. Jika ada kyai ingin istirahat, bisa istirahat di sini,” katanya.

Toto mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk membuat wilayah ini terkenal dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia, bahkan keluar negeri. Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya mendirikan pesantren bisa  mendatangkan siswa dari luar. “Pesantren hafal Qur’an, fikih, kitab kuning. Kita harus pasarkan. Kembangkan budaya Islam di Kuningan,” pungkasnya. (wid)

281 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment