Politik 

Panwaslu Diminta Tegas Terhadap Pelanggaran Pemasangan APK

Kuningan (Detak Jabar) –  Pilkada Kuningan 2018 makin ribet, khususnya yang berkaitan dengan pemasangan alat peraga kampanye. Pasangan calon Acep-Ridho terlihat paling banyak melanggar aturan pemasangan baliho, spanduk dan poster.  Sementara pasangan Toto-Yosa paling sedikit pelanggarannya. Demikian pantauan Detak Jabar, siang ini (21/03/2018).

Jelang diselenggarakannya pemilihan Bupati dan wakil bupati dalamm Pilkada Kuningan 27 Juni 2018, banyak APK (alat peraga kampanye) yang mulai dipasang di berbagai tempat, baik itu atas nama pasangan calon ataupun atas nama relawan pendukung.  Namun dalam pemasangan APK ini masih banyak saja yang melanggar aturan yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara pemilu yang dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Seperti terpantau di salah satu lokasi pemasangan APK di Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan. APK salah satu pasangan calon tampak menyalahi aturan pemasangan, yaitu dipasang pada pohon yang jelas melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Dalam peraturan daerah tersebut khususnya Pasal 15 ayat 1  yang berbunyi: Setiap orang dan / badan dilarang :
(a) Mencorat coret, menulis, melukis, menempel iklan di dinding atau di tembok, jembatan lintas, jembatan penyeberangan orang, halte, tiang listrik, pohon, kendaraan umum dan sarana umum lainnya.

Belum lagi baliho besar yang selama ini masih terpampang dengan gagah di sepanjang jalan Kuningan, seakan melecehkan aturan kampanye.

Padahal, sanksinya jelas. Atas pelanggaran Peraturan Daerah tersebut dapat dikenakan sanksi administratif dan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta Rupiah ).

Sangatlah disayangkan dengan masih adanya pelanggaran tersebut, apalagi secara prosedural seharusnya pasangan calon atau tim pemenangan pasangan calon mengetahui adanya aturan tersebut. Karena selain adanya aturan yang melarang, dengan adanya pemasangan APK pada pohon tersebut secara tidak langsung merusak keindahan lingkungan.

Panwaslu Kabupaten Kuningan seharusnya tanggap dan tegas terhadap pelanggaran ini. “Bagaimana mau memperoleh pemimpin yang bersih dan tertib, kalau dalam proses pelaksanaan banyak yang dilanggar,” kata Iman Santoso, pejalan kaki yang lewat di lokasi. (roy)

281 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment