Daerah Profil 

Tangisan Dr. Toto di Perbatasan Kuningan

Cilebak (Detak Jabar) –  Pilkada Kuningan banyak memberi arti bagi calon bupati Kuningan 2018-2023, dr. Toto Taufikurohman Kosim. Setidaknya ia lebih banyak punya waktu untuk menemui warganya, tak hanya di kota, tetapi hingga pelosok perbatasan Jawa Tengah. Saat mengunjungi desa Mandapajaya, kecamatan Cilebak, kabupaten Kuningan, (Rabu malam 21/03) dr. Toto hampir menangis. Matanya berkaca-kaca menyaksikan sendiri jalanan berkilo- kilo meter yang rusak parah.

Setiap orang pasti menginginkan agar rumahnya aman dan nyaman ditinggali, dengan aliran udara yang lancar, air mengalir sepanjang tahun, sanitasi yang bersih dan asri. Tidak kalah pentingnya, rumah itu juga harus sedap dipandang. Terutama oleh mata tetangga.

Dalam konteks wilayah sebesar Kabupaten, perumpamaan rumah tersebut juga berlaku. Wilayah itu harus aman dan nyaman ditinggali, air bersih mengalir sepanjang tahun dan asri. Jika diibaratkan sebuah toko, maka etalasenya harus bisa menarik calon pengunjung untuk masuk ke dalamnya.

Selain keindahan, kenyamanan, dan keamanan, wilayah itu pun harus punya jalan antara maupun jalan penghubung beraspal kualitas terbaik, demi kelancaran transportasi orang dan barang, termasuk mengangkut hasil bumi. Juga akses pada fasilitas publik yang vital, seperti Rumah Sakit harus memadai.

Jalan poros di Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kuningan, membentang sepanjang 7 km. Mulai dari Dusun Wage yang bertetangga dengan Desa Kutaagung, Kecamatan Dayeuh Luhur, Kabupaten Cilacap hingga Dusun Puhun yang berbatasan dengan Desa Pamulihan, Kecamatan Subang.

Dari jarak 7 km tersebut, hanya ada 2 km lintasan yang tidak membuat sakit perut orang-orang yang melewatinya. Sisanya berupa aspal terkelupas, beton yang nampak besinya, susunan bebatuan dan tanah liat. Jika hujan turun, bentuknya berubah seperti es krim coklat bertabur kacang karamel, namun tidak akan sedap dimakan.

Jalan tersebut memiliki sejarah panjang. Pada zaman perang kemerdekaan, para pejuang melintasi ruas jalur itu untuk pulang/pergi dari dan menuju Cilacap. Di beberapa tempat, ada gua tempat mereka bersembunyi dari tentara Belanda.

Pada tahun 1980, TNI menjalankan program ABRI Masuk Desa. Agendanya adalah pengerasan jalan. Namun, akibat pemeliharaan yang tidak memadai, sebagian hasil kerja Tentara tersebut menjadi rusak.

Sejak tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengadakan perbaikan. Setiap tahun. Namun kekuatannya hanya bertahan selama 5 bulan.

“Jalan itu sering dibetulin. Tapi bolak balik rusak. Kami malu pada tetangga Cilacap yang punya jalan desa mulus”, kata Suryana (46), warga Dusun Kliwon, Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak.

“Kalau berobat, warga harus pergi ke Tasik atau Banjar. Ongkos untuk sekali jalan sebesar 500 ribu. Jadi, pulang pergi menghabiskan satu juta”, lanjutnya.

Namun, warga Mandapajaya boleh berbesar harapan. Karena Dr. Toto akan segera memperbaiki jalan tersebut. Tentunya setelah dilantik menjadi Bupati Kuningan periode 2018-2023 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Dr. Toto pada pertemuan silaturahmi dengan warga Desa Mandapajaya pada malam hari, Rabu, 21 Maret 2018 yang lalu. Ia merasa prihatin melihat pembangunan di wilayah perbatasan yang nyaris tak tersentuh. Oleh karenanya ia berjanji jika terpilih, semua pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas.

“Jangan sampai ada warga yang melahirkan di jalan, sebelum sampai ke Rumah Sakit”, tegas Dr. Toto. (riz)

212 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment