Kesehatan 

Dua Tahun Menyehatkan Kuningan dengan Cuma-Cuma

Kuningan (Detak Jabar) – Pagi itu Sabtu, 13 Agustus 2016, langit di Desa Wano, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan tampak cerah. Sekumpulan ibu-ibu yang sebagian besar sudah sepuh tampak duduk rapi di kursi plastik di Balai Desa. Atap tenda warna biru itu memayungi 223 orang dari sengatan matahari yang mulai meninggi.

Mereka adalah masyarakat yang ingin mendapatkan pengobatan gratis dari RSU KMC (Kuningan Medical Center), program yang sengaja digulirkan untuk menolong warga yang tak tersentuh fasilitas kesehatan dari pemerintah.

Sejak pagi, warga desa tersebut secara bergiliran mendapat pelayanan atau pengobatan secara cuma-cuma. Pihak KMC menerjunkan sejumlah anggota medis dalam melayani pengobatan gratis tersebut. Dr. Toto Taufikurohman Kosim sendiri selaku Direktur RSU KMC selalu hadir  untuk menyukseskan program mulia ini.

Itulah pertama kali program yang dikemas dalam tajuk Sadulur Dokter Toto itu digulirkan. Program ini direncanakan akan menyasar seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan yang mencapai  376 desa/kelurahan, utamanya bagi anggota keluarga yang memerlukan uluran tangan.

“Sadulur Dokter Toto” ini beranggotakan banyak orang dari berbagai kalangan. Kumpulan orang-orang yang peduli terhadap kemanusiaan itu diketuai mantan pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan, H Mulyana dan kawan-kawan.

Kini Maret 2018, sodaqoh kesehatan itu sudah berjalan dua tahun. Sampai saat ini program realisasi dari Corporate Social Responsibility RSU KMC itu sudah menyehatkan 2.817 pasien, 382 anak dikhitan, dan 1.015 yatim disantuni yang tersebar di 115 desa di seluruh Kabupaten Kuningan.

Agus Sucipto, Ketua Panitia Pengobatan Gratis RSU KMC, menegaskan sampai saat ini masih menumpuk permintaan dari desa-desa untuk dilakukan pengobatan gratis. “Kegiatan pengobatan gratis ini atas permintaan warga desa yang diusulkan kepada manajemen rumah sakit. Atas usulan tersebut, tim KMC kemudian mengabulkan permohonan tersebut,” kata Agus.

Kegiatan yang dilakukan KMC dan Komunitas SDT cukup mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Baik dalam bentuk pengobatan gratis, khitanan massal, santunan anak yatim maupun kegiatan lain dalam bentuk bakti sosial kemanusiaan.

Dalam setiap kegiatan sosial, Toto sebagai seorang dokter sekaligus Direktur RSU KMC selalu hadir dan turun langsung memeriksa para pasien. Baginya, apa yang dilakukan merupakan salah satu bakti buat negeri dan warga.

Bahkan pada saat acara jalan sehat bersama ribuan warga yang digelar Toserba Fajar Jalaksana dalam rangka Miladnya ke-20, tahun lalu dr Toto terlihat ikut berbaur dalam kerumunan warga. Dr Toto pun diberikan kehormatan untuk melepas 5000 peserta jalan sehat dengan mengibarkan bendera pataka RSU Kuningan Medical Centre sebagai bendera start.

Di samping memberikan pengobatan gratis, RSU KMC juga memberikan fasilitas bagi TNI dan Polri. Mereka yang sakit dan dirawat inap di RSU Kuningan Medical Center dan ingin naik satu kelas dari yang ada di kartu, maka selisih klaim yang harus dibayar, ditanggung oleh pihak RS KMC.

Sementara bagi PNS dan pensiunan yang sakit dan dirawat inap naik satu kelas dari yang ada di kartu, maka selisih klaim yang harus dibayar, ditanggung oleh RSU KMC 50 persen.

Sedangkan bagi masyarakat umum yang rawat inap di RSU KMC, maka diberikan diskon 20 persen dengan syarat membawa kartu SDT (Sahabat Dokter Toto).

Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan rutin dari desa ke desa ini selalu disambut hangat oleh warga. Saripah, warga desa Ancaran mengaku bersyukur ada program seperti ini, sehingga problem kesehatan yang dialaminya, terselesaikan. Dede, warga Cidahu juga sangat terkesan dengan program ini. Ia merasda sangat terbantu dengan program seperti ini, di tengah sulitnya warga pinggiran mendapatkan akses kesehatan. Ia berharap program ini bisa berlangsung terus sepanjang masa. “Ini program yang sangat nyata, terima kasih kepada dr. Toto,” katanya.

Dampak dari massifnya program SDT nama dr. Toto Taufikurohman Kosim makin populer. Maka ketika dr. Toto dicalonkan menjadi Bupati Kuningan 2018-2023 oleh gabungan 4 partai politik, pria asli Kuningan ini langsung melejit. Sebangian besar masyarakat yang ditemuinya sudah mengenalnya.

Menurut pria asli Kapandayan, Ciawigebang ini, pengobatan gratis merupakan wujud kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan perawatan serta pengobatan. “Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat luas,” katanya.

“Acara pengobatan gratis ini Alhamdulillah sangat direspons masyarakat. Antusiasme masyatakat cukup signifikan karena setiap kali acara digelar, yang hadir rata-rata 300 orang peserta dari target 500 peserta pengobatan gratis,” katanya.

Pengobatan gratis juga menyasar masyarakat yang terkena musibah seperti yang terjadi di Desa Kawungsari Kecamatan Cibingbin pasca banjir beberapa waktu lalu. Menurut dr Toto, pemulihan kesehatan warga pasca banjir harus cepat dilakukan karena dikhawatirkan banyak penyakit yang masih dialami masyarakat Kawungsari.

Permintaan demi permintaan untuk pelayanan kesehatan di desa-desa menjadi perhatian KMC untuk terus merekomendasi dan mengirimkan tim medis ke lapangan. Minggu yang lalu, tepatnya Kamis 22 Maret 2018 KMC juga melaksanakan pengobatan gratis di Sukamukti, Ciawigebang yang dihadiri 723 pasien. Padahal, dr. Toto berhalangan hadir, namun diwakili oleh istri dokter Lina Marlina.

“Alhamdulillah, selama ini kegiatan SDT bersama KMC selalu dinanti masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan yang kami lakukan dapat meringankan beban serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” Lina. (wid)

129 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment