Infrastruktur Politik 

Pembangunan di Kuningan Dinikmati Segelintir Orang

Kuningan (Detak Jabar) – Barisan Rekan Toto Yosa ( BARETA ) memotori kunjungan Calon Bupati Kuningan dr. Toto Taufikurohman Kosim di beberapa desa di Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat. Beberapa desa yang menjadi target kunjungan dr. Toto di antaranya Paniis, Ciwiru, Cimalati, dan Padabeunghar.

Acara yang juga dihadiri Ketua Umum BARETA Pri Maladi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan juga mengenalkan sosok dr. Toto kepada masyarakat Kecamatan Pasawahan sebagai salah satu calon bupati yang akan mengikuti Pilkada Kuningan 27 Juni 2018 nanti.

Menurut Pri saat ditemui detakjabar.com di sela-sela kegiatan silaturahmi, dirinya bersama relawan BARETA yang lain dalam hal ini hanya memgasilitasi dr. Toto untuk dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Cibeureum.

“Saya bersama relawan BARETA yang lain hanya memfasilitasi dr. Toto untuk dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Pasawahan, ” ucap Pri.

Cahyadi (40) yang merupakan koordinator BARETA kecamatan Pasawahan mengungkapkan bahwa dirinya dan relawan yang lain akan secara total mensosialisasikan nama dr. Toto khususnya di kecamatan Pasawahan demi kemenangan di hari pemilihan nanti.

“Kami akan terus mensosialisasikan dr. Toto di Kecamatan Pasawahan demi kemenangannya di hari pemilihan nanti,” ungkap pria yang biasa dipanggil Yaya ini.

Yaya dan relawan BARETA lainnya juga siap berkomitmen memenangkan pasangan SenTOSA di kecamatan Pasawahan demi Kuningan yang lebih baik.

“Kami siap berkomitmen untuk memenangkan pasangan SenTOSA di Kecamatan Pasawahan ini demi Kuningan yang lebih baik, ” tegas Yaya.

Di depan simpatisan dan masyarakat umum, dr. Toto menegaskan kembali soal perjuangan untuk mengubah Kuningan dari stagnasi pembangunan maupun kepemimpinan. Toto melihat pembangunan di wilayah Kabupaten Kuningan tidak merata dan tidaak mencerminkan keadilan. Ini kata Toto, disebabkan oleh kebijakan bupati yang tidak mengakomodasi semua potensi SDM yang ada. “Pemerintah dearah hanya bagi-bagi kue pembangunan dengan orang-orang terdekat saja. Di luar itu, dianggap tidak ada. Ini kan bahaya,” katanya.

Oleh karena itu, Toto mengajak semua masyarakat Kuningan untuk mengambil peran sama dalam memajukan Kuningan, tanpa kecuali. “Inilah bahayanya politik dinasti, yang diutamakan adalah perkoncoan dan nepotisme,” tegasnya.

Namun demikian Toto punya keyaknina kuat bahwa Kuningan akan berubah, jika masyarakat juga mau diajak untuk berubah. “Kita bekerja dan berikhtiar, Allah yang menentukan,” pungkasnya. (roy)

144 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment