Politik 

Kampanye Hedonis Acep Ridho Dikecam Masyarakat

Kuningan (Detak Jabar) – Gerakan GantiBupatiKuningan makin meluas. Kali ini datang dari pengusaha bus Luragung.

Keputusan untuk mendukung gerakan pembaruan ini semakin mantap tatkala melihat gaya kampanye pasangan petahana yang cenderung hedonis dan mengabaikan budaya Kuningan yang santun dan agamis.

Oleh karena itu keluarga besar PO Bus Luragung makin mantap mendukung calon yang santun, jujur, dan rendah hati. Kreteria ini ada pada pasangan Toto Yosa.

Pengusaha Bus Loragung yang diwakili Oni Cengyong mengungkapkan pihaknya ingin adanya pergantian bupati untuk periode mendatang.

Oni Cengyong mengatakan bahwa dirinya juga mendukung gerakan ganti bupati 2018 yang makin meluas.

Sejumlah karyawan Bus Luragung menyatakan bahwa memang sudah saatnya Kuningan mengganti bupati.

Imam, salah satu karyawan menyampaikan alasan mengapa dirinya mendukung pergantian bupati, karena bupati sebelumnya telah dinilai gagal menciptakan kesejahteraan.

“Ya memang sudah gagal kan. Kalau dari kacamata kami ya memang sudah gagal,” kata Imam.

Keikutsertaan Iwan dalam menggunakan kaos ganti bupati itu juga dilatari kegelisahannya menilai kinerja bupati sebelumnya.

Menurutnya, baru kali ini ada bupati yang membudayakan masyarakat Kuningan dengan memperkenalkan budaya hedonis. Ia mencontohkan sesudah kampanye akbar kemarin, dengan mengisi acara dangdut pakaian terbuka dan menari seperti tidak sadar.

Beda dengan calon bupati sebelumnya yang mengisi dengan paslon istigosah bersama 99 ulama.

Karena kegelisahannya itu, ia mengajak beberapa teman dan tetangganya untuk ikut dalam gerakan “2018 Ganti Bupati”.

Dilihat dari visi misi calon bupati Toto Yosa, jauh lebih realistis. Beda dengan calon petahana yang menginginkan Kuningan menjadi agamis tapi acara yang digagasnya malah mengumbar aurat.

“Model seperti itu tidak cocok buat Kuningan,” katanya. (Ima)

847 total views, 2 views today

Related posts

Leave a Comment