Politik Religi 

Lesehan Bareng Umat, Toto – Yosa Dengarkan Pengajian Akbar

Kuningan (Detak Jabar) – Pasangan calon bupati – wakil bupati Kuningan 2018, dr. Toto Taufikurohman Kosim – Yosa Octora Santono menghadiri pengajian akbar bersama masyarakat di pelataran Masjid Syiarul Islam Kuningan pada Selasa (8/5/2018).

dr. Toto tiba di lokasi acara sekitar pukul ‎19.40 WIB bersama dengan ratusan masyarakat yang sejak sore sudah mengumandangkan zikir dan sholawat.

Pengajian yang diadakan oleh kelompok pengajian Syamsi Syummus itu mengambil tema “Menebar kasih sayang untuk Ummat” dengan menghadirkan Habib Mustafa Abdullah Alaydrus dari Jakarta.

Habib Mustafa bahkan memberikan pandangannya tentang kondisi Kuningan saat ini.
Habib Mustafa mengatakan adanya ikatan batin dengan Kuningan. Maklum, ia punya sejarah tersendiri tentang Kuningan.

“Saya ini tinggal di Jakarta, tapi masih ada ikatan batin dengan Kuningan.  Saya prihatin Kuningan sekarang tertinggal dalam kehidupan religius,” katanya.

Habieb yang punya ciri khas khusus dalam ceramah itu merasa prihatin terhadap penceramah yang membatalkan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.

“Ada kiai yang diundang di acara ini tiba tiba membatalkan sepihak saat acara sudah dimulai. Kiai seperti tidak bisa dipercaya. Dia lupa bawa dia jadi panutan umat, ” katanya.

Kyai seperti ini, kata Habib biasanya kiai yang jual agama untuk kepentingan pribadi. “Jangan ditiru sifat seperti itu,” jelasnya.

Khusnudini pemuda yang ikut pengajian juga mengatakan kecewa atas pembatalan serpihak kyai Oyo dari Kuningan.

Lebih jauh Khusnudin mengatakan bahwa pengajian ini telah membuka matanya lebar-lebar mengenai kondisi umat islam saat ini.

“Benar, kita butuh pemimpin yang bisa merangkul semua umat Islam. Kita butuh pemimpin baru yang dekat dengan ulama bukan karena pilkada, tetapi memang peduli terhadap kemunduran moral masyarakat,” katanya.

untuk dimanfaatkan memperoleh suara.

Habib menegaskan, ulama yang baik adalah ulama yang bisa menyatukan umat.

Karena Kuningan adalah rumah kedua, Habieb Mustofa mempunyai sebuah harapan bahwa pilkada tahun ini harus ada perubahan.

Habib mengaku tidak mengarahkan ke salah satu calon, tapi masyarakat tahu sendiri siapa selama ini yang keberpihakannya jelas terhadap umat Islam.

“Memilih pemimpin punya konsekuensi terhadap dunia akhirat. Maka pilihlah Cabup yang punya semangat perubahan. Umat Islam Kuningan tidak boleh jatuh ke dalam jurang sekularisme,” ungkapnya.

Mengulas kembali zaman dahulu, Habieb Mustafa mengatakan bahwa Kuningan dulu jadi daerah yang religius,  tapi telah berubah terutama sejak 20 tahun terakhir.

Pada akhir ceramah Habib mengajak jamaah untuk berdoa bersama memohon diberikan Pemimpin yang amanah, pembelaan terhadap Islam jelas,  dan punya semangat perubahan.

Habib juga berdoa agar hati masyarakat Kuningan yang masih abu abu dan belum bersikap agar segera punya pilihan.

Bagi yang selama ini mendukung pemimpin yang kurang amanah dan cenderung menyalah gunakan kekuasaan, Habib berpesan agar diberi hidayah untuk memilih pemimpin yang pro kepada umat Islam. (ima)

388 total views, 1 views today

Related posts

Leave a Comment