banner 728x250

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Diduga Sudah Dibuntuti Pelaku

Aktivis HAM dari KontraS, Andrie Yunus, mengalami luka bakar 24 persen setelah disiram air keras oleh dua pelaku bermotor di kawasan Salemba, Jakarta. (Foto: sc/bbc)
banner 468x60

Jakarta, DetakJabar.com – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3/2026).

Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

Example 300x600

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut serangan itu menyebabkan luka serius di sejumlah bagian tubuh korban.

“Serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangan tertulis yang diterima media, Jumat (13/3/2026).

Setelah kejadian tersebut, Andrie Yunus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat cairan yang disiramkan oleh pelaku.

Peristiwa penyerangan itu diduga terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Saat itu Andrie sedang mengendarai sepeda motor miliknya. Dua orang pelaku yang menggunakan satu sepeda motor kemudian menghampiri korban dari arah berlawanan. Salah satu pelaku yang berada di posisi penumpang langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.

“Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” ungkap KontraS.

Seorang warga bernama Temu mengatakan dirinya sempat mendengar teriakan dari lokasi kejadian. Ketika menghampiri sumber suara, ia melihat korban dalam kondisi terluka parah.

“Dia berteriak kesakitan,” kata Temu. “Habis itu warga menolongnya.”

Warga sekitar sempat berusaha mengejar kedua pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri. Berdasarkan keterangan warga serta rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, korban diduga telah dibuntuti sebelum penyerangan terjadi.

KontraS juga menyebut tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas saat kejadian. Hal ini memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut bukan merupakan tindak kriminal biasa.

Sebelum peristiwa itu terjadi, Andrie diketahui menghadiri pertemuan dengan sejumlah aktivis di kantor Celios. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait Aksi Agustus 2025.

KontraS menyebut korban sebelumnya juga pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi, terutama setelah terlibat dalam “Aksi Geruduk Fairmount” yang menolak rancangan Undang-Undang TNI pada Maret 2025 lalu.

Saat ini Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta. Ia ditangani oleh enam dokter dari berbagai spesialisasi, mulai dari dokter mata, THT, saraf, tulang, thorax, organ dalam hingga kulit. Korban juga dijadwalkan menjalani operasi mata untuk mengganti jaringan membran amnion atau cangkok.

Dalam konferensi pers di Gedung YLBHI Jakarta, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut serangan terhadap Andrie Yunus sebagai sinyal marabahaya bagi masyarakat sipil.

“Ini kondisi yang sangat brutal di mana waktu Ramadan justru dilakukan penyerangan kepada aktivis, kepada warga sipil,” katanya.

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut pelaku penyerangan sebagai “pengecut” dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan membuat KontraS mundur dari perjuangan mereka.

“Jangan pernah berpikir kami mundur,” tegasnya.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras menilai serangan terhadap Andrie merupakan percobaan pembunuhan. Menurut Novel, dari rekaman kamera pengawas terlihat pelaku menyiramkan cairan langsung ke arah wajah korban.

“Kalau ke muka, bisa bikin gagal napas dan kemungkinan meninggal,” ujarnya. “Begitu jahatnya pelaku, dan saya kira ini kejahatan serius.”

Novel juga menilai serangan tersebut kemungkinan merupakan kejahatan yang terorganisir. Ia mendesak agar kasus ini diusut tuntas hingga menemukan pelaku maupun pihak yang diduga berada di balik penyerangan tersebut.

“Pengusutan secara menyeluruh adalah hal yang tidak bisa ditawar,” katanya.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *