banner 728x250
Sains  

Sumber Air dari Inti Bumi? Fakta Mengejutkan Ini Ubah Teori Lama!

Ilustrasi
Ilustrasi
banner 468x60

Sains, detakjabar.com – Asal-usul air di Bumi kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan. Riset terbaru mengungkap kemungkinan bahwa sebagian besar air di planet ini justru terbentuk dari dalam Bumi sendiri, bukan semata-mata berasal dari luar angkasa seperti yang selama ini diyakini.

Selama bertahun-tahun, teori populer menyebutkan bahwa air Bumi dibawa oleh komet yang menghantam permukaan planet muda miliaran tahun silam. Namun temuan terbaru yang dipublikasikan pada 10 Februari di jurnal Nature Communications membuka perspektif baru. Studi tersebut menunjukkan bahwa inti Bumi mungkin menyimpan cadangan hidrogen dalam jumlah sangat besar, unsur utama pembentuk air.

Example 300x600

Penelitian itu memperkirakan inti Bumi mengandung hidrogen antara 9 hingga 45 kali lebih banyak dibandingkan seluruh samudra di permukaan. Hidrogen tersebut diduga keluar dari inti menuju lapisan lain dan kemudian bereaksi dengan oksigen di mantel, sehingga membentuk air.

Salah satu penulis studi, Motohiko Murakami dari ETH Zurich, menjelaskan bahwa mekanisme ini memungkinkan air terbentuk dari material yang memang sudah ada sejak awal pembentukan planet.Untuk menguji hipotesis tersebut, tim peneliti yang juga melibatkan Dongyang Huang dari Peking University melakukan eksperimen laboratorium guna meniru kondisi ekstrem di bagian dalam Bumi.

Dalam percobaan itu, sampel ditekan hingga 111 gigapascal dan dipanaskan sampai sekitar 8.720 derajat Fahrenheit. Hasil analisis menunjukkan hidrogen dan silikon membentuk struktur dengan rasio satu banding satu di dalam besi.

Berdasarkan estimasi kandungan silikon di inti, para peneliti menghitung bahwa hidrogen menyumbang sekitar 0,07% hingga 0,36% dari berat inti. Angka tersebut menjadikan inti Bumi sebagai cadangan terbesar unsur ringan itu di planet ini.

Meski begitu, sejumlah ilmuwan menilai jumlah tersebut bisa saja masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Kei Hirose dari University of Tokyo menyebut hidrogen mungkin lolos ketika tekanan menurun sehingga tidak seluruhnya terhitung dalam studi ini.Sementara itu, Hilke Schlichting dari University of California, Los Angeles menilai temuan tersebut membawa dampak besar terhadap cara ilmuwan memahami asal-usul air di Bumi.

“Benar-benar mengubah cara kita memikirkan dari mana air kita berasal,” ujarnya.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *