banner 728x250

268 Guru Ngaji di Kuningan Terima Bingkisan Ramadan dari Husnul Khotimah Peduli

Program Husnul Khotimah Peduli menyalurkan 268 bingkisan kepada para guru ngaji di desa penyangga Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membimbing generasi Qur’ani di bulan Ramadan. (Foto: dok. husnul khotimah)
banner 468x60

Kuningan, DetakJabar.com – Program Husnul Khotimah Peduli menyalurkan sebanyak 268 bingkisan kepada para guru ngaji yang tersebar di desa penyangga Pondok Pesantren Husnul Khotimah serta sejumlah desa lainnya di Kabupaten Kuningan. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada momentum bulan suci Ramadan sebagai bentuk apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang istiqamah membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Direktur Husnul Khotimah Peduli, Ustadz Ucup Supriyatna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program kepedulian pesantren terhadap para pengajar Al-Qur’an di lingkungan sekitar.

Example 300x600

“Alhamdulillah, pada sore hari ini di bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini kita dapat berkumpul dalam rangka pembagian bingkisan kepada para guru ngaji. Ini merupakan salah satu program kami dari Husnul Khotimah Peduli sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada para guru ngaji di desa penyangga,” ujarnya, Jum’at (6/3/2026).

Ia menuturkan, pengabdian para guru ngaji dalam membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an merupakan amal yang sangat mulia.

Meski bantuan yang diberikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka, pihaknya berharap bingkisan tersebut dapat menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral dari pesantren.

“Bingkisan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan Bapak dan Ibu sekalian dalam membimbing anak-anak di pengajian. Namun ini adalah ikhtiar kami untuk berbagi perhatian dan berharap dapat memberikan manfaat,” katanya.

Sementara itu, Ketua I Yayasan Husnul Khotimah, H. Maman Kurman, SH, menyampaikan apresiasi kepada para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Bapak dan Ibu sekalian adalah orang-orang pilihan di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu, sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung tantangan pendidikan Al-Qur’an di era digital. Menurutnya, minat anak-anak terhadap gawai sering kali lebih besar dibandingkan dengan belajar mengaji, sehingga dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan para guru ngaji dalam membimbing mereka.

“Zaman sekarang anak-anak lebih tertarik pada HP daripada belajar mengaji. Karena itu dibutuhkan kesabaran dan ketabahan dari para guru ngaji agar anak-anak tetap semangat belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Salah satu guru ngaji dari Desa Manis Kidul, Ustadz Ade Kosasih, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Yayasan Husnul Khotimah kepada para guru ngaji di desa penyangga.

“Saya sebagai guru ngaji mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Husnul Khotimah dan seluruh para donatur yang telah berbagi bingkisan kepada para guru ngaji. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan menjadi keberkahan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga berharap Yayasan Husnul Khotimah terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga Yayasan Husnul Khotimah senantiasa eksis dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mudir Ma’had Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., dengan harapan para guru ngaji senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keistiqamahan dalam membimbing generasi Qur’ani di tengah masyarakat.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *